Buku Biru yang Mengharu Biru

February 21st, 2009 by awamer

Sebentuk biru, ketika beberapa bulan yang lalu seorang perempuan mungil menawarkan buku birunya untukku, sedikit memaksa ia meminjamkan bukunya ini. Adhek kecilku, begitulah dia, sambil mengatakan, “Pokoé buku ini wuapik, gak nyésél kok”. Begitu sampai kamarku, aku hanya menumpuk buku ini diantara tumpukan lain di atas mejaku, biarlah!

Sedikit prolog, menghantarkan pembacaan terhadap buku ini, bayangkan! Cukup 2 hari, buku ini telah lumat dimataku, dari detail kulitnya, sampai ke biji-biji yang menyentuh relung-relung hati menggetarkan sendi-sendi jiwa. Kenapa? Itulah pertanyaannya! Bukan karena kualitas tulisannya yang begitu ‘nyastra’ atau disusun oleh orang-orang ‘beken’, tapi lihatlah apa yang ada di buku ini. Rasakanlah lembut isi kisah-kisahnya, rasakanlah gelora-gelora, kuntum bunga perjuangan yang semerbak, menoreh wangi-wangi di taman negeri ini. Sekelompok bunga yang berkumpul dan tertata rapi, mencoba untuk menyebarkan serbuk-serbuk sarinya, kepada hamparan savana di negeri ini, yang kelak Insya Allah akan menjadi hamparan-hamparan bunga, berwarna warni, indah, penuh dengan wewangian, sejuk, maka tidak kan malu sedikitpun kumbang, kupu-kupu, kelinci, burung-burung menghampirinya.

Sekali lagi buku ini adalah sebuah hamparan kisah nyata dari orang-orang yang ada di sekitar kita, yang telah menegakkan apa yang mereka yakini, sebuah ajaran kebenaran, sebuah ajaran tentang keadilan, yaitu Al-Islam dienul Haq. Jika kita dapat menghadirkan kisah-kisah Rasulullah, dan para sahabat dalam tutur kata kita, dalam diskusi-diskusi kita. Maka lihatlah melalui buku ini, bahwa kalian akan melihat sosok-sosok yang tidak menelantarkan kisah-kisah para Anbiya’ dan para Sahabat melalui kisah-kisah dongeng belaka, kisah-kisah negeri antah berantah yang jauh dari mata melihat. Sosok-sosok muskil yang hanya ada di jaman lalu, yang tak mungkin bisa diraih atau bahkan digenggam.

‘Bukan di Negeri Dongeng’, maka buku ini telah menjawab atas pertanyaan di atas, atas keraguan-keraguan kita, atas contoh-contoh masa lalu. Bahwa ada, sekelompok orang, mereka sedikit, ada disekitar kita, ada di depan kita, yang hidup dengan bersahaja, yang terkadang mereka kita sepelekan. Tapi mereka adalah orang-orang yang menanamkan kisah-kisah Rasul dan para Sahabat pada hati terdalam mereka, menyatukannya dengan molekul-molekul jiwa, mendekapnya dengan kerinduan yang mendalam, menjaganya dengan harta dan jiwa, mengikatnya dengan balutan darah Jihad Fisabilillah, hanya untuk sebuah kalimat tauhid yang selalu mereka utarakan ketika bermunajat dengan Rabbnya. Itulah buliran-buliran bening buku ini, terkait dengan indah melalui huruf-huruf tak bernyawa, untaian kata sederhana yang menghantarkan Ruh kehidupan para pejuang. Wallahu’alam bishowab.

_________________________
Surabaya
, June 1, 2005 19.30
Kapan latihan nasyid lagi, akh!

Ekspresi dari buku :
Rosa, Helvy TianaBukan di Negeri Dongeng /  Helvy Tiana Rosa, Izaatul Jannah, dkk.;
penyunting Sakti Wibowo, --- Bandung:Syamil 2003
x+182 halaman; 21cm
Cetakan Ketujuh: Agustus 2004.

Posted in manuscripts [books]

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

About The Heart of Jundi

adalah bisikan hati para pejuang, pejuang yang berusaha menyusuri jalan Tuhannya, setapak demi setapak, didalam kerinduan yang membara, berharap akan pertemuan denganNya, berharap akan ampunan dan kasih-sayangNya

... just trying to be a jundi